Direktur IT & Supply Service Telkom Indra Utoyo mengatakan, perubahan portofolio bisnis Telkom Group menjadi telecommunication, information, media, and edutainment (TIME) berbuah positif. Saat ini lini bisnis information, media, and edutainment (IME) Telkom tumbuh di atas rata-rata industri.
"Pada kuartal pertama 2012 ini lini bisnis IME tumbuh 80%. Internet tumbuh 34%, seluler 7%, sedangkan fixed line turun 8%. Secara agregat, pada kuartal pertama tahun ini lini bisnis Telkim tumbuh 4%," ujar Indra usai Telkom Media Award 2012 di Hotel Shangrila, Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (8/5/12).
Indikator lainnya, menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, adalah kontribusi layanan nonseluler yang terus tumbuh positif. Pada kuartal pertama 2012, layanan nonseluler memberikan kontribusi hingga Rp 1,7 triliun terhadap revenue Telkom.
Revenue layanan nonseluler tersebut tumbuh 35,3% dibandingkan kuartal keempat 2011, yang kontribusinya diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun. Saat ini, menurut dia, kontribusi layanan seluler ditahan pada posisi 59%, dan nonseluler 41%.
"Kontribusi seluler memang masih yang terbesar bagi Telkom. Akan tetapi, layanan nonseluler tumbuh lebih besar dan bisa dikatakan menjadi new hope bagi bisnis Telkom ke depannya," kata Rinaldi.
Rinaldi memperkirakan, sepanjang 2011 revenue Telkom dari layanan nonseluler mencapai Rp 5,5 triliun. Ia memprediksi, tahun ini revenue layanan tersebut akan tumbuh minimum 30%, dengan PT Metranet (anak perusahaan Telkom) sebagai kontributor terbesar.
"Tahun lalu saja Metranet memberikan kontribusi hingga Rp 1 triliun. Tahun ini tentu lebih besar," tuturnya.
Berdasarkan data yang dirilis Telkom, pada kuartal pertama 2012, bisnis media play TV, melalui Telkomvision, tumbuh 78%. Sementara rata-rata pertumbuhan industri berada pada angka 25%.
Layanan e-health (Admedika), tumbuh 25% dengan rata-rata pertumbuhan industri 14%. Portal & e-commerce, digital advertising (Plasa.com) tumbuh 112% dengan rata-rata pertumbuhan industri 35%. Data center & managed service IT (Sigma) tumbuh 23% dengan rata-rata pertumbuhan industri 12%. Directory & media rich content (Infomedia) tumbuh 23% dengan rata-rata pertumbuhan industri 12%. E-payment (Finnet) tumbuh 22% dengan rata-rata pertumbuhan industri 17%.
Untuk meningkatkan portofolio bisnis IME, tahun ini Telkom mengalokasikan investasi senilai Rp 285 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk perkembangan konten dan aplikasi. Sementara untuk peningkatan infrastruktur, menurut Rinaldi, kemungkinan besar akan diperlukan investasi lebih dari Rp 3 triliun-Rp 4 triliun. (A-150/A-108)
Artikel terkait :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar