Selasa, 22 Mei 2012

Lenovo ThinkPad X1 Carbon, laptop paling ringan


Lenovo secara resmi mengumumkan portfolio bisnis terbaru laptop ThinkPad X1 Carbon yang akan diluncurkan pada bulan juni. Dikutip dari Slashgear, ThinkPad X1 Carbon menggunakan bahan Carbon Fiber berkualitas, sehingga berat dari produk ini hanya 1,4 kilogram.

Laptop ini memiliki ukuran layar 14 inci yang ditanamkan menggunakan teknologi Vibrant Hi-Resolution, dengan resolusi maksimum 1600x900 pixel. Keyboardnya juga dilengkapi backlight sehingga semakin menambah kesan premium. Keyboard ini lebih menarik daripada keyboard ThinkPad jaman dulu dan desainnya juga lebih tajam.

Soal hardware, Lenovo menjejali ThinkPad X1 Carbon dengan prosesor Intel Core generasi ketiga, atau Ivy Bridge. Pengguna juga dapat menikmati fitur Rapid Charge, sehingga proses pengisian ulang baterai dapat mencapai 80 persen hanya dalam waktu 30 menit.

Ultrabook ini juga dibekali kamera HD 720 pixel depan dengan fungsi Face Tracking, port USB 3.0  beserta konektivitas 3G. Sekilas, spesifikasi yang ditawarkan sudah cukup untuk bersaing ketat di ranah ultrabook.
Sayang, Lenovo masih merahasiakan harga dari ThinkPad X1 Carbon, begitu pula dengan jadwal peluncurannya dan spesifikasi hardware secara lengkap.

sumber : IT Solution

Minggu, 20 Mei 2012

Android Kalahkan iPhone?


Beberapa lembaga riset telah mengeluarkan berbagai data yang menunjukkan bahwa ponsel Android memang telah mengalahkan iPhone dalam hal banyaknya unit yang terjual. Salah satu faktor pendorongnya adalah keunggulan Android dari segi harga dan banyaknya vendor pendukung. Oleh karena itu, Scmidht mengungkapkan keoptimisannya dalam soal aplikasi Android. Menurutnya, meskipun pengembang aplikasi cenderung lebih menyukai iOS, pada akhirnya Android akan lebih diminati dan memenangkan persaingan.
Cukup masuk akal apa yang disebutkan mantan CEO Google tersebut. Mengingat sistem operasi Android memang sedang berjaya di dunia. Menurut catatan Gartner, pangsa pasar Android di seluruh dunia telah mencapai 52,5%. Diikuti oleh Symbian dan Apple iOS di posisi ketiga.
Bila melihat dari sisi vendor Android, Gartner menggarisbawahi larisnya jajaran ponsel Galaxy, di mana Galaxy S II telah terjual sekitar 10 juta unit di seluruh dunia.
Anda sendiri, penggemar Android atau Apple iOS?




Dikutip dari TechRadar, Executive Chairman Google Eric Schmidt menegaskan bahwa saat ini Android telah menumbangkan iPhone. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi? 
 
sumber : IT Solution
 
Artikel Terkait :
 
Tahun Depan Apple Akan Keluarkan Produk Terbaru?

Senin, 14 Mei 2012

Cloud Perkuat Performa Bisnis Anda

Ketika akhir-akhir ini kata Cloud Computing atau Komputasi Awan semakin ‘santer’ diperdengarkan, mungkin pertanyaan yang sering muncul adalah apa sebenarnya Cloud Computing dan apa keuntungannya bagi dunia bisnis.

Cloud Computing adalah paradigma baru di dunia teknologi informasi di mana infrastuktur pendukungnya disajikan dalam bentuk abstraksi dan bersifat on-demand sesuai skala kebutuhan penggunanya.

Ciri-ciri dari teknologi ini di antaranya penyajian infrastruktur hingga aplikasi TI melalui sebuah jaringan internet, operasional bisnis yang tak terhenti apapun sistem yang dipakainya, kapasitas dan performa sistem yang ada dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ditagih sesuai penggunaannya, serta dapat diakses oleh banyak unit bisnis secara bersamaan tapi juga aman. Selain itu, data yang disimpan pun dapat diakses dari berbagai perangkat bergerak (mobile) dengan ragam basis sistem operasinya.

Lalu apa manfaatnya bagi pebisnis jika mereka ingin menggunakan infrastuktur atau aplikasi berbasis cloud ini? Berbagai penelitian menunjukkan sederet manfaat yang besar yang bisa dinikmati oleh para pebisnis.

Apalagi di tengah dinamika teknologi informasi yang juga membawa sejumlah risiko, teknologi cloud justru hadir untuk membantu mereka meminimalisir risiko itu. Atau dengan kata lain, perusahaan mentransfer sebagian risiko yang awalnya ditanggung sendiri dengan mengandalkan teknologi virtualisasi ini sehingga mereka bisa fokus mengembangkan bisnisnya saja.

Di negara berkembang, tidak sedikit perusahaan yang masih percaya bahwa perlunya investasi besar untuk mengamankan kelanjutan bisnisnya, termasuk dengan mengandalkan komunikasi mobile untuk mempercepat komunikasi. Padahal risiko yang ditanggung ke depannya tidak juga lebih rendah, karena perusahaan harus dihadapkan pada risiko biaya perawatan sistem dan aplikasi, penyediaan konten, dan sebagainya, yang pada akhirnya justru membumbungkan biaya perusahaan. Sementara itu, kompetisi bisnis saat ini menuntut perusahaan lebih efisien, akurat, cepat dan inovatif.

Untuk mengombinasikan ekspektasi bisnis dan perkembangan teknologi TI terbaru, perusahaan kini dapat menggunakan pendekatan virtualisasi yang dapat memangkas siklus bisnis dan kerumitan dalam proses bisnis.

Teknologi cloud sendiri menawarkan ragam layanan yang terdiri dari Infrastructure as a Service (IaaS), Platform as a Service (PaaS), dan Software as a Service (SaaS) yang dikemas paket layanan Cloud bersifat private yang memanfaatkan jaringan VPN, public, hybrid, dan community
clouds.

Dengan layanan cloud, di mana seluruh infrastuktur dan aplikasi tersedia secara virtual, perusahaan dapat melayani produk dan jasanya dengan lebih cepat, dan menyimpan data dengan kapasitas server yang fleksibel sesuai kebutuhan sehingga bisnis perusahaan pun dapat bertumbuh dengan sehat dan efisien baik secara finansial maupun secara teknologi karena tak perlu menginvestasikan untuk hardware ataupun software baru.

sumber : it solution

Artikel Terkait :

Minggu, 13 Mei 2012

Strategi Penerapan Teknologi Informasi di BUMN


Teknologi Informasi (TI) adalah salah satu penunjang strategis dalam pertumbuhan industri perusahaan. Seharusnya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya lebih dapat memanfaatkan TI untuk meningkatkan nilai, efektivitas, dan efisiensi.
Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik, Sahala Lumban Gaol dalam acara Rapat Koordinasi Teknologi Informasi Kementerian BUMN dan BUMN yang diadakan tanggal 23-24 November 2011, bertempat di Hotel Inna Garuda Yogyakarta. Tema dari kegiatan ini adalah “Tata Kelola TI sebagai Pondasi Pembangunan TI di BUMN”.
Acara ini digelar sebagai tindak lanjut dari komitmen Kementerian BUMN agar tata kelola TI Kementerian BUMN dan BUMN dapat berjalan selaras. Dengan begitu, data dan informasi yang tersedia, baik di Kementerian BUMN dan BUMN dapat terakselerasi secara cepat dan akurat (real time) antara kantor cabang BUMN dengan kantor pusatnya.
Secara garis besar, ada 4 tahapan peran teknologi informasi di suatu perusahaan. Pertama adalah sebagai piranti yang bisa memfasilitasi percepatan dan efisiensi dari berbagai proses rutin di perusahaan. Kedua, teknologi informasi harus dapat menjadi fasilitator penyelesaian permasalahan yang sebelumnya mengganjal operasional dan ekspansi perusahaan. Ketiga, TI harus bisa menjadi wahana inovasi kecepatan produk baru yang mendukung perluasan pasar perusahaan. Keempat, TI harus bisa menjembatani atau mendorong perubahan perusahaan ke arah yang lebih baik.

Bisnis IME Telkom tumbuh di atas rata-rata industri



Direktur IT & Supply Service Telkom Indra Utoyo mengatakan, perubahan portofolio bisnis Telkom Group menjadi telecommunication, information, media, and edutainment (TIME) berbuah positif. Saat ini lini bisnis information, media, and edutainment (IME) Telkom tumbuh di atas rata-rata industri.
"Pada kuartal pertama 2012 ini lini bisnis IME tumbuh 80%. Internet tumbuh 34%, seluler 7%, sedangkan fixed line turun 8%. Secara agregat, pada kuartal pertama tahun ini lini bisnis Telkim tumbuh 4%," ujar Indra usai Telkom Media Award 2012 di Hotel Shangrila, Jln. Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (8/5/12).
Indikator lainnya, menurut Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah, adalah kontribusi layanan nonseluler yang terus tumbuh positif. Pada kuartal pertama 2012, layanan nonseluler memberikan kontribusi hingga Rp 1,7 triliun terhadap revenue Telkom.
Revenue layanan nonseluler tersebut tumbuh 35,3% dibandingkan kuartal keempat 2011, yang kontribusinya diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun. Saat ini, menurut dia, kontribusi layanan seluler ditahan pada posisi 59%, dan nonseluler 41%.
"Kontribusi seluler memang masih yang terbesar bagi Telkom. Akan tetapi, layanan nonseluler tumbuh lebih besar dan bisa dikatakan menjadi new hope bagi bisnis Telkom ke depannya," kata Rinaldi.
Rinaldi memperkirakan, sepanjang 2011 revenue Telkom dari layanan nonseluler mencapai Rp 5,5 triliun. Ia memprediksi, tahun ini revenue layanan tersebut akan tumbuh minimum 30%, dengan PT Metranet (anak perusahaan Telkom) sebagai kontributor terbesar.
"Tahun lalu saja Metranet memberikan kontribusi hingga Rp 1 triliun. Tahun ini tentu lebih besar," tuturnya.
Berdasarkan data yang dirilis Telkom, pada kuartal pertama 2012, bisnis media play TV, melalui Telkomvision, tumbuh 78%. Sementara rata-rata pertumbuhan industri berada pada angka 25%.
Layanan e-health (Admedika), tumbuh 25% dengan rata-rata pertumbuhan industri 14%. Portal & e-commerce, digital advertising (Plasa.com) tumbuh 112% dengan rata-rata pertumbuhan industri 35%. Data center & managed service IT (Sigma) tumbuh 23% dengan rata-rata pertumbuhan industri 12%. Directory & media rich content (Infomedia) tumbuh 23% dengan rata-rata pertumbuhan industri 12%. E-payment (Finnet) tumbuh 22% dengan rata-rata pertumbuhan industri 17%.
Untuk meningkatkan portofolio bisnis IME, tahun ini Telkom mengalokasikan investasi senilai Rp 285 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk perkembangan konten dan aplikasi. Sementara untuk peningkatan infrastruktur, menurut Rinaldi, kemungkinan besar akan diperlukan investasi lebih dari Rp 3 triliun-Rp 4 triliun. (A-150/A-108)
Artikel terkait :

Telkom luncurkan Program Connected Learning 'English Bean'


PT Telkom Indonesia, bekerja sama dengan operator telekomunikasi dari Korea Selatan, SK Telecom, 
meluncurkan English Bean, program smart learning & connected learning 3 in 1.
Adapun English Bean merupakan program peningkatan kemampuan percakapan dalam bahasa Inggris, dengan menggunakan program pembelajaran yang inovatif, terkoneksi dan nirkabel, yakni melalui website www.english-bean.com, jejaring sosial Facebook, mobile aplikasi maupun mobile phone.
Sementara itu, smart learning & connected learning 3 in 1 merupakan fitur layanan pembelajaran dari English Bean, yakni Web-Learning, Mobile-Learning dan Phone-Session. Pembelajaran via website misalnya, selain berbicara mengenai topik terkini, baik berupa tulisan dan maupun video, pengakses dimungkinkan untuk mengembangkan keahlian mengekspresikan bahasa Inggris. Pun dengan pembelajaran secara mobile, pengakses bisa terhubung kapan saja dan dimana saja lewat ponsel pintar yang dimiliki. Sedangkan sesi telepon, pengguna bisa terlibat dalam sebuah diskusi seru satu lawan satu mengenai berita terkini dengan native speaker yang tersedia.
Direktur Information Technology & Support PT Telkom Indonesia, Indra Utoyo menjelaskan, meski tergolong baru, program English Bean ini mendapat respon yang sangat positif. "Ini merupakan cara belajar yang fun. Bagaimana kita memberikan waktu untuk belajar bahasa Inggris dan pelanggan pertama kami adalah karyawan dari Hana Bank," ujar dia saat memberikan kata sambutan.
Selain meluncurkan English Bean, smart learning & connected learning 3 in 1, dalam kesempatan ini juga ditandatangani Memorandum of Understanding (MoU) aktivasi layanan English Bean program Live (T1) dengan Hana Bank dan PT Infomedia Nusantara.
Artikel terkait :
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...